Lipsus Media

Top Menu

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Redaksi

Main Menu

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Redaksi
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Redaksi

logo

Header Banner

Lipsus Media

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Redaksi
  • Milad ke-5 GemaBanten.com, Komitmen Terus Menyuarakan Fakta dan Kepentingan Publik

  • Luar Biasa: Kepala Desa Renged, Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Samapah di Sepanjang Jalan Raya,

  • Proyek TPT di Kelurahan Balaraja, Baru Sebulan Retak Parah: Pengawasan Dinas Kab, Tangerang Dikritik Humas DPP GWI

  • Proyek Pembangunan TPT Yang Baru Selesai Dikerjakan, Rusak Parah dan Retak: Kepengawasan Dinas Kab Tangerang, Dikritik Humas DPP GWI

  • Malam Pergantian Tahun Tinggal Satu Hari Lagi, Kades Onyam Bustonil Arifin Sambut Tahun Baru Dengan Penuh Semangat

Uncategorized
Home›Uncategorized›Bakhil dan Teori Ketergantungan Mewarnai Pelangi di Negeri Kita

Bakhil dan Teori Ketergantungan Mewarnai Pelangi di Negeri Kita

By Redaksi LipsusMedia
July 15, 2024
161
0
Share:

Banten, Lipsusmedia.com – Kesetaraan dalam pemahaman yang populis, mungkin bisa dipahami dengan pengertian kesamaan untuk banyak hal serta perlakuan terhadap orang lain. Sehingga untuk mengakar sikap dan sifat kesetaraan itu dapat diperlakukan atau bercermin untuk diri sendiri. Agak lain pemahaman terhadap istilah yang nyaris serupa — namun pasti tak sama — yaitu keadilan, seperti perbedaan tipis antara kebebasan dan kemerdekaan yang acap latah disebutkan, tapi memiliki makna pengertian yang sangat berbeda.

Ibarat dua saudara kembar serahim, toh sifat dan sikapnya pasti berbeda, atau bahkan begitu kontras layak warna hitam dan putih yang selalu jadi padanan dari cara memandang suatu bentuk dari tampilan sepengal parkara dalam suatu peristiwa. Istilah ini oun sangat gampang diucapkan, namun cukup sulit dan rumit untuk diwujudkan.

Karena itu mungkin yang menyebabkan banyak orang gemar mengucapkan apa yang tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan. Hasrat pihak pemerintah hendak melaksanakan program makan gratis itu, bisa dipahami semacam keinginan yang mulia untuk mengurangi beban hidup rakyat miskin. Sehingga konteksnya, jadi terkesan untuk mewujudkan tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia yang berharap agar kesejahteraan dapat diperbaiki seperti melalui usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memelihara fakir miskin.

Padahal, dibalik program makan gratis yang hendak diwujudkan oleh pemerintah itu, sulit menghindar dari kesan menghadirkan rasa iba yang sangat tidak mendidik. Sebab akan lebih elegan bila biaya makan gratis yang gede itu digunakan untuk membuat lapangan kerja yang gampang untuk membangun rasa percaya diri warga masyarakat kebanyakan yang miskin akibat tidak memiliki pekerjaan, alias pengangguran.

Memang sungguh sukar untuk dipahami bagaimana reaksinya dengan teori ketergantungan yang sudah populer menjadi tajuk bincang para cerdik cendekia di Indonesia pada era tahun 1970 hingga tahun 1980. Jadi selayaknya teori ketergantungan yang ditempelkan untuk negara dunia ketiga ini sudah usang dan lapuk. Tapi rasanya, masih tetap segar dijadikan jurus politik untuk membuat drop mental terjajah yang seakan pantas dikasihani.

Pada era keriuhan dari penguhujaman mental terjajah itu dahulu, belakangan baru bisa benar dipahami ada korelasinya dengan pementasan Teater Muslim yang di disponsori sepenuhnya sendiri oleh Pedro Sujono, sebagai pengusaha tempe yang sangat sukses ketika itu. Tampilan pementasan naskah drama berjudul “Si Bakhil” ini ternyata sanepo dari sikap pemerintah yang pelit dan cenderung mau untung sendiri. Karena dalam khasanah tata bahasa ilmu ketatanegaraan, itulah akibat langsung dari pengaruh jahat kapitalisme yang diurai melalui fraksi materialistik.

Agaknya, sejak itu budaya korupsi di Indonesia pun semakin ugal-ugalan menjadi sesembahan semua pejabat publik, sehingga seorang purna wira yang telah rampung menunaikan tugas dan kewajiban dari negara akan menjadi olok-olok jika tetap miskin, karena memang untuk jenjang jabatan apapun — seperti yang terus terjadi sampai hari ini di Indonesia — tidak mungkin dapat menjadi kaya, lantaran gaji yang diterima setiap bulan cukup untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Jadi, kalau untuk semua pejabat yang mau kaya raya, jalan pintas satu-satunya yang bisa ditempuh adalah korupsi.

Lalu sikap dari tabiat yang bakhil itu pun secara otomatis seperti sunnattulah ikutannya. Akibatnya yang lain pun, sikap untuk menghargai pekerjaan orang lain pun — termasuk yang profesional sekalipun — menjadi tidak berlaku.

Tampaknya, dari situasi dan kondisi yang sangat materialistik inilah yang melahirkan istilah “pahlawan tanpa tanda jasa”. Seiring dengan birahi pencitraan dengan memasang sejumlah gelar, bahkan hasrat membuat ijazah palsu atau pamer garis dari darah keturunan para tokoh yang telah melegenda dalam sejarah Nusantara hingga paska Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak kemerdekaan.

Kecenderungan untuk menghapus atau mengabaikan eksistensi historis pun berbarengan dengan sikap kerdil serupa pada saat yang sama. Maka itu keberadaan masyarakat adat dan masyarakat keraton, sungguh sangat kentara untuk terus dihabisi, seperti kekayaan alam dan budaya di daerah yang terus dihabisi sampai sekarang. Impak politiknya pun, agar daerah — baik pemerintah maupun masyarakatnya — tak bisa banyak berulah untuk dibuat ketergantungan dengan pemerintah pusat.

Simtom dari sikap dan sifat ketergantungan serupa itu pun cukup mewarnai tabiat lembaga atau organisasi serta kelompok masyarakat hingga aktivis pergerakan yang tetap mengaku idealis demi dan untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak. Sementara anggotanya sendiri keleleran, seperti insan pers yang tetap dipuja dan disanjung sebagai salah satu pilar demokrasi. Toh, realitasnya banyak dipersekusi dan dizalimi oleh mereka yang juga mengaku sebagai penjaga negeri ini.

Sungguhkan begitu sikap Bakhil dan Teori Ketergantungan yang mewarna kilau pelangi di negeri kita sampai sekarang ini?

(Red)

Banten, 15 Juli 2024

Previous Article

Masyarakat Apresiasi Atas Pembangunan TPT Jalan Kampung ...

Next Article

Kegiatan MPLS di SMA 6 Kabupaten Tangerang ...

0
Shares
  • 0
  • +
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Redaksi LipsusMedia

Related articles More from author

  • Uncategorized

    H YANI: KEPALA DESA RANCAGEDE TINGKATKAN PEMBANGUNAN DESA

    April 22, 2024
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    Pemerintah Kecamatan Mekar Baru Seakan Masa Bodo, Pintu Aula Kecamatan Mekar Baru jebol Dan Ruangan Berdebu Seakan Tak Berpenghuni

    December 14, 2025
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    AGUS PURWADI. S,E KEPALA DESA MUNCUNG, TERUS MEMBANGUN DEMI KEMAJUAN DESA

    April 26, 2024
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    Surat Keputusan Rotasi dan Mutasi di Tangsel Perlu di Pertanyakan

    April 21, 2024
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    CAMAT SEPATAN TIMUR, MIFTAH SHURITHO S.STP M.M MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAYANGKARA KE- 78 1 JULI 2024

    July 1, 2024
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    U-Ditch

    May 20, 2025
    By Redaksi LipsusMedia

Leave a reply Cancel reply

You may interested

  • Daerah

    Perubahan Kebijakan Umum APBD TA 2023, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Untuk Merespon Dinamika Yang Timbul

  • Daerah

    Polda kepri Sinergi Dengan Mahasiswa UIB Magister Hukum Kesehatan Bacth 19 Bagi Ratusan Sembako

  • Architecture

    Historical Statues in the Athens park

  • LATEST REVIEWS

  • TOP REVIEWS

  • Camera man waiting to take your photo

    8.2
  • Is this funky new phone the world’s best?

    8.3
  • What to do if your phone has no space

    9.5
  • Good weekend to go fishing across the metro

    8.6
  • What to do if your phone has no space

    9.5
  • Good weekend to go fishing across the metro

    8.6
  • Is this funky new phone the world’s best?

    8.3
  • Camera man waiting to take your photo

    8.2

Timeline

  • January 18, 2026

    Milad ke-5 GemaBanten.com, Komitmen Terus Menyuarakan Fakta dan Kepentingan Publik

  • January 11, 2026

    Luar Biasa: Kepala Desa Renged, Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Samapah di Sepanjang Jalan Raya,

  • January 9, 2026

    Proyek TPT di Kelurahan Balaraja, Baru Sebulan Retak Parah: Pengawasan Dinas Kab, Tangerang Dikritik Humas DPP GWI

  • January 9, 2026

    Proyek Pembangunan TPT Yang Baru Selesai Dikerjakan, Rusak Parah dan Retak: Kepengawasan Dinas Kab Tangerang, Dikritik Humas DPP GWI

  • December 30, 2025

    Malam Pergantian Tahun Tinggal Satu Hari Lagi, Kades Onyam Bustonil Arifin Sambut Tahun Baru Dengan Penuh Semangat

Latest Comments

  • Kenshin
    on
    June 25, 2015
    Fermentum rutrum fusce facilisi proin proin ornare blandit. Nam arcu nunc. Lacus vehicula mus praesent eu ...

    Husqvarna shows off 701 Supermoto’s ice skills

  • bkninja
    on
    June 25, 2015
    Integer dis nostra tempor at proin nonummy dolor lorem senectus Gravida tincidunt scelerisque quisque, aliquet Nisi ...

    Advantages & Disadvantages of Ice Cream to Human Health

Find us on Facebook

About us

  • Recent

  • Popular

  • Comments

  • Milad ke-5 GemaBanten.com, Komitmen Terus Menyuarakan Fakta dan Kepentingan Publik

    By Redaksi LipsusMedia
    January 18, 2026
  • Luar Biasa: Kepala Desa Renged, Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Samapah di Sepanjang Jalan Raya,

    By Redaksi LipsusMedia
    January 11, 2026
  • Proyek TPT di Kelurahan Balaraja, Baru Sebulan Retak Parah: Pengawasan Dinas Kab, Tangerang Dikritik Humas ...

    By Redaksi LipsusMedia
    January 9, 2026
  • Proyek Pembangunan TPT Yang Baru Selesai Dikerjakan, Rusak Parah dan Retak: Kepengawasan Dinas Kab Tangerang, ...

    By Redaksi LipsusMedia
    January 9, 2026
  • Husqvarna shows off 701 Supermoto’s ice skills

    By Prima Desain
    June 10, 2015
  • Advantages & Disadvantages of Ice Cream to Human Health

    By Prima Desain
    June 10, 2015
  • Pink Troubles

    By Prima Desain
    June 8, 2015
  • Milad ke-5 GemaBanten.com, Komitmen Terus Menyuarakan Fakta dan Kepentingan Publik

    By Redaksi LipsusMedia
    January 18, 2026
  • Kenshin
    on
    June 25, 2015

    Husqvarna shows off 701 Supermoto’s ice skills

    Fermentum rutrum fusce facilisi ...
  • bkninja
    on
    June 25, 2015

    Advantages & Disadvantages of Ice Cream to Human Health

    Integer dis nostra tempor ...

Photostream

    Follow us

    • About
    • Advertise
    • Privacy & Policy
    • Contact
    • Redaksi
    • Redaksi
    PT. Koran Sinar Pagi