Lipsus Media

Top Menu

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Redaksi

Main Menu

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Redaksi
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Redaksi

logo

Header Banner

Lipsus Media

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Redaksi
  • Redaksi
  • Luar Biasa: Kepala Desa Renged, Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Samapah di Sepanjang Jalan Raya,

  • Proyek TPT di Kelurahan Balaraja, Baru Sebulan Retak Parah: Pengawasan Dinas Kab, Tangerang Dikritik Humas DPP GWI

  • Proyek Pembangunan TPT Yang Baru Selesai Dikerjakan, Rusak Parah dan Retak: Kepengawasan Dinas Kab Tangerang, Dikritik Humas DPP GWI

  • Malam Pergantian Tahun Tinggal Satu Hari Lagi, Kades Onyam Bustonil Arifin Sambut Tahun Baru Dengan Penuh Semangat

  • Malam Pergantian Tahun Tinggal Itungan Hari H. Yani: Kepala Desa Ranca Gede, Kec Gunung Kaler, Sambut Tahun Baru Penuh Semangat dan Harapan Baru

Uncategorized
Home›Uncategorized›Pasang Surut Kemerdekaan dan Perjalanan Spiritual Bangsa Tibet

Pasang Surut Kemerdekaan dan Perjalanan Spiritual Bangsa Tibet

By Redaksi LipsusMedia
September 13, 2024
163
0
Share:

Lipsusmedia.com / Banten – Tokoh spiritual bisa lahir berbagai bangsa maupun agama apa pun yang ada. Sebab laku spiritual mampu dilakukan oleh setiap orang yang memiliki basis keagamaan yang kuat. Begitulah, kisah Dalai Lama, pemimpin spiritual bangsa Tibet dan panutan umat Budha dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang cukup banyak menjadi pengikut ajaran dan tuntunannya.

Meskipun Dalai Lama yang bernama lengkap Jetsun Jamphel Ngawang Lobsang Yeshe Tenzin Gyatno mendapat gelar terhormat oleh rakyat China sebagai “Serigala berjubah Biksu”, sekaligus Kepala Pemerintahan Tibet ini harus hidup dalam pengasingan di kaki Pegunungan Himalaya.

Dalai Lama memerintah di Tibet sampai Republik Rakyat Tiongkok daerah kekuasaannya pada tahun 1949 hingga kemudian China mengambil alih kendali sepenuhnya negeri Tibet pada tahun 1959. Inilah awal dari kisah Dalai Lama melarikan diri ke India. Padahal, Dalai Lama ke-14 ini hanya menginginkan otonomi bagi Tibet, bulan kemerdekaan seperti acap dikatakan oleh banyak orang sebelum maupun sesudah peristiwa pelarian menuju tempat pengasingan. Pendek kata, pada musim gugur tahun 1951 keberhasilan telak Tentara Merah China menguasai sepenuhnya Ibu Kota Lhasa, lantaran Dalai Lama menolak kesepakatan kerja sama “Rencana Pembebasan Damai Untuk Tibet”. Namun dalam prakteknya, China melakukan penindasan dan pembantaian terhadap sejumlah kepala suku dan para pendeta yang diklaim melakukan pembangkangan.

Kecuali itu, China berdalih ingin menghapus praktik penindasan model feodalisme di Tibet. Namun sejumlah analis internasional melihat ambisi China ingin menguasai kandungan mineral yang ada di perut bumi Tibet.

Sejarah mencatat, pada tahun 1959, Dalai Lama (14) berhasil meloloskan diri dari upaya penangkapan yang dilakukan Tentara Merah Republik Rakyat China.

Pelarian Dalai Lama dipimpin oleh orang kepercayaannya bernama Gampo Tashi dan terus menegakkan pemerintahan dalam pelarian itu di Dharamsala, India Utara sampai sekarang. Sebelum Dalai Lama melarikan diri ke pengasingan, rakyat Tibet sempat melakukan perlawanan terhadap invasi China hingga menimbulkan banyak korban berjatuhan, terutama yang paling banyak dialami rakyat Tibet. Pertempuran yang tidak seimbang — utamanya dari peralatan perang yang tidak memadai dimiliki oleh rakyat Tibet — dan minimnya pemberitaan atas kekejian China terhadap rakyat Tibet — perlawanan rakyat Tibet pada kisaran tahun 1970 dapat dipadamkan oleh China.

Itulah sebabnya pada era tahun 1960-1970 masalah Negara dan Bangsa Tibet menjadi masalah bagi China dalam membangun hubungan internasional dengan berbagai negara dan bangsa yang ada di dunia. Sampai tahun 2000-an, pemimpin Tibet kedua menyatakan bergabung dengan China di Beijing.

Syahdan, negara Tibet yang terdiri dari berbagai komunitas yang ada di sepanjang Yarlung Tsangpo — sungai terpanjang di Tibet — mampu berhimpun dalam satu kerajaan sejak tahun 600 Masehi. Setidaknya, saat umat Budha banyak berdatangan ke Tibet pada masa Songtsen Gampo menjadi raja di Tibet. Dan pada masa Trisong Detsen menjadi Raja, kekaisaran Tibet mempunyai kendali penuh atas wilayah yang cukup luas. Konon ceritanya, perbatasan kekuasaan kekaisaran Tibet sempat menyentuh Asia Tengah dan Afganistan di bagian barat serta Bangladesh di bagian selatan. Lalu Tiongkok di bagian timur

Tragedi terbunuhnya Raja Langdarma pada tahun 842 Masehi, runtuhnya kekaisaran Tibet. Hingga Tibet tak lagi dikuasai oleh satu raja, karena kemudian bermunculan kerajaan-kerajaan kecil yang baru

Setelah melalui perjalanan sejarah yang panjang, tahun 1300 Tibet kembali menemukan cahaya kemerdekaan, meski terlanjur berada di bawah siluet bayang-bayang penguasa Mongol hingga tahun 1577 saat Altan Khan berkuasa. Pada kisaran tahun 1800, kekaisaran Inggris dan kekaisaran Rusia mulai tertarik untuk menguasai Tibet. Inggris yang merangsek ke Tibet pada tahun 1903 hingga 1904 menekan Tibet agar tidak bersahabat dengan Rusia. Lantaran revolusi terjadi pada 1911, Tibet dapat kembali merdeka hampir 40 tahun lamanya, sampai kemudian dikuasai oleh China sampai sekarang

Tibet sebagai kerajaan yang merdeka, akhirnya menjadi bagian dari Provinsi yang ada di bawah kekuasaan China. Sehingga keruntuhan negara Tibet juga menggugurkan pemimpin keagamaan Budha. Betapa unik dan pelik, perjalanan dan perlawanan dalam ranah politik hingga spiritual bangsa dan negara Tibet yang harus dilakukan dari tempat pengasingan dari negeri orang

(Red/Yan)

Previous Article

Ucapan Belasungkawa Dari Keluarga Besar Lipsus untuk ...

Next Article

Sahabat Kehidupan Salurkan Donasi Kepada Alwi (Yatim-Piatu) ...

0
Shares
  • 0
  • +
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Redaksi LipsusMedia

Related articles More from author

  • Uncategorized

    Bukan Isapan Jempol, Bupati Rohil Akan Segera Launching Program Internet Murah di Bangko Pusako

    May 8, 2023
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    Proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang TK Negri Kronjo Penuh Kejanggalan

    November 16, 2024
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    Ciptakan Pilkada Damai Polres Rohil Gelar Sosialisasi Membangun Sinergitas Tiga Pilar

    September 25, 2024
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    Kapolsek Kresek Beserta Jajaran Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Kapolresta Tangerang Baktiar Mujiono, S.I.K., M.M. Yang ke-50

    June 19, 2025
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    Sambangi Tokoh Masyarakat Rantau Bais, Kapolres Rohil Cooling System.

    September 5, 2024
    By Redaksi LipsusMedia
  • Uncategorized

    Kapolda Riau Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Tiga Kapolres Dan Kabid Humas

    July 19, 2024
    By Redaksi LipsusMedia

Leave a reply Cancel reply

You may interested

  • Uncategorized

    Malam Syukuran Terpilihnya Gubri dan Bupati Rohil,Abdul Wahid-SF.Harianto dan Bupati Rohil H.Bistaman-Jhony Charles Warga Bagan Timur Syukuran

  • Daerah

    APKAN BANTEN Soroti Kegiatan Proyek U-Ditch di Desa Waliwis Kecamatan Mekar Baru

  • Hukum

    Korem 071/Wijayakusuma Gelar Upacara Bendera Awal Bulan Juli 2022

  • LATEST REVIEWS

  • TOP REVIEWS

  • Camera man waiting to take your photo

    8.2
  • Is this funky new phone the world’s best?

    8.3
  • What to do if your phone has no space

    9.5
  • Good weekend to go fishing across the metro

    8.6
  • What to do if your phone has no space

    9.5
  • Good weekend to go fishing across the metro

    8.6
  • Is this funky new phone the world’s best?

    8.3
  • Camera man waiting to take your photo

    8.2

Timeline

  • January 11, 2026

    Luar Biasa: Kepala Desa Renged, Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Samapah di Sepanjang Jalan Raya,

  • January 9, 2026

    Proyek TPT di Kelurahan Balaraja, Baru Sebulan Retak Parah: Pengawasan Dinas Kab, Tangerang Dikritik Humas DPP GWI

  • January 9, 2026

    Proyek Pembangunan TPT Yang Baru Selesai Dikerjakan, Rusak Parah dan Retak: Kepengawasan Dinas Kab Tangerang, Dikritik Humas DPP GWI

  • December 30, 2025

    Malam Pergantian Tahun Tinggal Satu Hari Lagi, Kades Onyam Bustonil Arifin Sambut Tahun Baru Dengan Penuh Semangat

  • December 30, 2025

    Malam Pergantian Tahun Tinggal Itungan Hari H. Yani: Kepala Desa Ranca Gede, Kec Gunung Kaler, Sambut Tahun Baru Penuh Semangat dan Harapan Baru

Latest Comments

  • Kenshin
    on
    June 25, 2015
    Fermentum rutrum fusce facilisi proin proin ornare blandit. Nam arcu nunc. Lacus vehicula mus praesent eu ...

    Husqvarna shows off 701 Supermoto’s ice skills

  • bkninja
    on
    June 25, 2015
    Integer dis nostra tempor at proin nonummy dolor lorem senectus Gravida tincidunt scelerisque quisque, aliquet Nisi ...

    Advantages & Disadvantages of Ice Cream to Human Health

Find us on Facebook

About us

  • Recent

  • Popular

  • Comments

  • Luar Biasa: Kepala Desa Renged, Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Samapah di Sepanjang Jalan Raya,

    By Redaksi LipsusMedia
    January 11, 2026
  • Proyek TPT di Kelurahan Balaraja, Baru Sebulan Retak Parah: Pengawasan Dinas Kab, Tangerang Dikritik Humas ...

    By Redaksi LipsusMedia
    January 9, 2026
  • Proyek Pembangunan TPT Yang Baru Selesai Dikerjakan, Rusak Parah dan Retak: Kepengawasan Dinas Kab Tangerang, ...

    By Redaksi LipsusMedia
    January 9, 2026
  • Malam Pergantian Tahun Tinggal Satu Hari Lagi, Kades Onyam Bustonil Arifin Sambut Tahun Baru Dengan ...

    By Redaksi LipsusMedia
    December 30, 2025
  • Husqvarna shows off 701 Supermoto’s ice skills

    By Prima Desain
    June 10, 2015
  • Advantages & Disadvantages of Ice Cream to Human Health

    By Prima Desain
    June 10, 2015
  • Pink Troubles

    By Prima Desain
    June 8, 2015
  • Luar Biasa: Kepala Desa Renged, Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Samapah di Sepanjang Jalan Raya,

    By Redaksi LipsusMedia
    January 11, 2026
  • Kenshin
    on
    June 25, 2015

    Husqvarna shows off 701 Supermoto’s ice skills

    Fermentum rutrum fusce facilisi ...
  • bkninja
    on
    June 25, 2015

    Advantages & Disadvantages of Ice Cream to Human Health

    Integer dis nostra tempor ...

Photostream

    Follow us

    • About
    • Advertise
    • Privacy & Policy
    • Contact
    • Redaksi
    • Redaksi
    PT. Koran Sinar Pagi